Terimakasih telah mengunjungi blog saya dan semoga bermanfaat//Thanks for visiting, may be useful .... Please provide comments if necessary
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

Tepatkah pilihanku??

Memilih fakultas terkadang menjadi hal yang membuat gamang, apalagi pilihan itu tak terpikirkan dalam benak saya dulu dan masih awam informasi tentang apa yang dipilih. tapi saat memang harus diambil dan keadaan semakin urgen(karena blm dpat PTN) ya akhinya "nekat" menjadi hal yang dikedepankan namun masih dengan pertimbangan kawan.

Yaa, akuntasi bidang yang saya geluti sekarang. Meski masih setengah hati menjalaninya diawal semester sampai semester tiga. Namun kini akhirnya berbuah tidak baik,,saya tidak paham akan cita-cita selanjutnya. Yang saya pikirkan adalah akuntansi yang syar'i, toh sekarang sudah mulai terlihat perkembangannya. Meskipun yang benar-benar syar'i bisa dihitung jumlahnya. 
Tapi ada satu keterkaitan bukan antara akuntansi dengan ekonomi, yahh salah satu cabang dari ilmu ekonomi adalah akuntansi.
Ada teman saya yang bilang, kamu tuh lebih cocok masuk psikologi aja, tuh buku bacaannya aja gitu, ga ada nyangkutnya sama akuntasi blass














Memang benar saya lebih menyukai bacaan yang bersifat pengembangan diri dan santai penyampaiannya dibandingkan  dengan yang bersifat financial dengan bahasa yang kadang kurang saya pahami....
 
Yang terpenting nikmati aja. enjoy and find pleasure





Selengkapnya...

Rabu, 29 Juni 2011

Keberanian tanda keimanan

Mengapa saya menulis begini?
Apakah benar keberanian adalah tanda seorang beriman?

Ya, masih ingatkah kau dengan kisah perjuangan nabi yang penuh keberanian?
Kalau lupa ataupun belum pernah tahu silakan baca Sirah Nabawi

Tanpa keberaniannya menghadapi musuh, mungkin risalah islam tak akan sampai pada kita saat ini.

Kalau kita implementasikan saat ini, bisa membuat perubahan dalam diri kita. Misalnya dari hal yang kecil, menanamkan image bahwa tidak ada sesuatu yang kita takuti kecuali Allah, tidak ada yang menghalangi mimpi kita kecuali kalau impian kita melanggar perintahNYA atau memang bukan terbaik bagi kita. Dengan begitu apapun jenis manusia, kita tidak akan takut baik karena kekuasaannya, tahtanya ataupun hartanya.

Tak ada yang menghalangi kita melaksanakan perintahNYA,

Ya, musuh tak hanya dari luar diri, dalam diri kita pun sebenarnya lebih perlu dikendalikan.
Selengkapnya...

Jumat, 24 Juni 2011

Real Winner

Sejatinya tulisan ini mengapresiasi pemikiran dan jiwa penulisnya
Fikiranku selama ini tak jauh berbeda dengan teman-teman pada umumnya yaitu jika cita cita yang diinginkan tercapai maka hidup akan bahagia. Tapi realita tidak begitu saja berpihak, terkadang malah sebaliknya. Bercita-cita layaknya kita menantang diri, mampukah menyanggupinya. Kata lain dari mengukur kemampuan, namun berproses dan perlu waktu serta kesabaran untuk meraihnya. Dari fenomena yang ada, kebanyakan orang yang sukses tersebut katakanlah Scoichiro Honda dengan kesabaran menguji berkali-kali hasil penelitiannya hingga mengorbankan salah satu tanggannya dan saat ini berhasil menjadi salah satu produk kendaraan ternama di kancah dunia , Thomas Alva Edison yang berhasil menerangi dunia dengan temuannya lampu sampai 1000 kali kegagalan, mereka berusaha keras dan tak mudah mendapatkannya.




Tak beda halnya dengan kita berjuang dengan segenap pengorbanan hingga yang dicita-citakan terwujud. Lalu dengan bangganya menyatakan bahwa kesuksesan itu adalah hasil kerjakeras & jerih payah yang berlarut- larut , tak ada yang perlu dihargai selain kerja keras itu sendiri. Dan mulai muncullah bibit- bibit kearoganan yang dalam bahasa Arabnya adalah Takabur, yang mana sifat itu adalah paling dilarang bagi seorang muslim. Bahkan iblis dikeluarkan dari surga karena sifat ini yaitu membangkang perintah Allah dengan tidak mau sujud kepada manusia karena manusia terbuat dari tanah sedangkan iblis terbuat dari api. Lalu benarkah ini sebuah kemenangan. Seorang yang memperjuangkan cita -citanya sendiri, lantas menganggap manusia lain seperti batu yang diam dan tak bernyawa.

Pemenang sejati, dimana saat tujuan hidupnya tercapai, orang lain juga merasakan manfaat dan kebahagiannya. Bukan sebaliknya malah membuat orang lain terluka dan merasa terpinggirkan. Pemenang sejati tahu kapan saat yang tepat untuk berempati atau mengasingkan diri, kapan saatnya diam atau berbicara, kapan saatnya dipimpin atau bersedia dipimpin. Seorang pemimpin bukanlah pengekor, dan pengekor tidak akan pernah menjadi pemimpin jika jiwa pengekornya sudah mendarah daging dan berkecimuk dalam aliran darah. Dan seorang pemenang sejati adalah seorang yang mampu menjadi pemimpin untuk jiwa, hati, akal dan fikirannya tanpa adanya intimidasi orang lain. Intuisinya berjalan sejalan akal dan fikirannya, bersedia memperbaiki kekeliruannya jika memang bersalah, namun jika pemikiran terbaiknya muncul dan dirasa baik untuk kemaslahatan, tak ada yang dapat mematahkannya meski seribu lawannya menyerbu.
Dengan sedikit mengkritisi fenomena yang terjadi di negeri ini, yang dalam kenyataanya banyak orang yang memang pintar secara intelektual & berhasil menguasai kursi emas dalam kancah politik dan pemerintahan. Kemenangan yang mereka dapatkan tak memberi manfaat bagi rakyat miskin yang benar-benar butuh ulurantangan. Memanfaatkan jabatan secara tidak benar seperti korupsi serta bertindak semena-mena terhadap rakyatnya membiarkan mereka dalam keadaan lapar tanpa tempat yang layak namun fasilitas gedung yang mereka pakai dibangun dengan megah-megah seakan memperlihatkan kearoganan terhadap masyarakat miskin. Sangat ironis padahal dana yang mereka pakai adalah milik masyarakat. Dalam lubuk hati saya rasa masih ada, pemenang sejati yang menduduki kursi emas tersebut dan kini belum terlihat eksistensinya. Dan harapan ini akan terus ada seiring munculnya generasi muda yang memiliki jiwa pemenang sejati, yang sebenarnya mampu mengalahkan kearoganan diri, mampu mengelola hati saat kemenangan itu tiba.

Selengkapnya...